Test Selama Kehamilan

Asuransi dari pemerintah Taiwan sangat membantu dalam proses kehamilan.Setelah minggu 12 bumil akan menerima sebuah buku berisi catatan kontrol dan informasi berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran. Bahasanya juga ga cuman Mandarin aja, tapi ada juga yang dwibahasa seperti: Mandarin Inggris atau Mandarin Indonesia, liat ketersediaan di RS tempat kontrol/kebijakan dokter. Setelah minggu 12 pula, biaya kontrol kehamilan akan disubsidi oleh asuransi pemerintah.

Mengenai tes yang berkaitan dengan kehamilan, ada beberapa test wajib yang sudah tercakup dalam asuransi, ada juga yang tidak wajib (tidak ditanggung asuransi). Sampai kehamilan 25 minggu saat ini, sudah ada beberapa tes wajib dan tidak wajib yang gw jalani. Test tidak wajib ini juga gw taunya dari hasil baca blog/nanya teman kantor. Dokter gw sendiri tidak menyarankan secara langsung untuk mengambil test tidak wajib, seringnya beliau hanya bilang, iya ada test tersebut, mau test silahkan, tidak juga ya tidak apa-apa.

Test wajib yang gw tahu:

  1. Cek darah dan urin normal plus deteksi AIDS, hepatitis dan rubella (sudah dilakukan di minggu 12)
  2. Cek diabetes kehamilan: ini lumayan jadi momok untuk bumil Taiwan, teknisnya dengan minum air gula yang amat pekat, harus diminum dalam waktu 5-15 menit (agak bervariasi tergantung tempat kontrol) lalu ambil darah. Waktu testnya di minggu 24-28. Ada yang bilang, setelah minum rasanya mau muntah terus atau mengalami heartburn, pokoknya efek setelah minum itu kurang enak. Harus puasa 8 jam sebelum ambil darah pertama kali, minum air gula pekat, tunggu 1 jam lalu ambil darah, tunggu 1 jam lagi lalu ambil darah. Setelah ambil darah ketiga baru boleh makan minum seperti biasa. Untuk test ini, tunggu 2 minggu lagi baru update pengalaman gw (minggu 26).
  3. Cek infeksi bakteri Streptokokus grup B (di minggu 35-37)

Test tidak wajib yang gw tau:

  1. Deteksi Down Syndrome: (sudah dilakukan di minggu 17) sebenarnya dokter hanya menyarankan sesuai dengan anjuran buku bumil, keputusan tetap di masing-masing pasangan. Dokter bilang sebenarnya tidak terlalu perlu karena bukan tergolong kehamilan resiko tinggi, namun kita tetep test. Teknisnya dengan cara ambil darah ibu. Laporan testnya dalam bentuk probabilitas anak terlahir dengan Down Syndrome & Neural Tube Effect, angka makin besar makin baik.
  2. USG High Level: (sudah dilakukan di minggu 24) tujuan utama memeriksa kelengkapan organ, ideal dilakukan di minggu 20-24 karena organ sudah terbentuk semua dan janin masih punya ruang untuk bergerak bebas. Waktu tanya dokter, dia bilang di RS tempat kontrol pun pakai USG High Level namun dokter hanya punya sedikit waktu untuk memeriksa secara detail. Jadi, kita pergi test juga deh ke Taipei.
  3. Amniocentesis: sampling air ketuban ibu untuk memeriksa kromosom janin, biasanya disarankan untuk kehamilan resiko tinggi berdasarkan keputusan dokter.
  4. Cek kromosom janin: kalau di Taiwan nama yang umum NIPS, NIFPS, NIFTY Plus. Test ini bersifat non-destructive kalau dibandingkan dengan amniocentesis karena tidak perlu sampling air ketuban bumil, tapi bisa mendeteksi adanya kelainan kromosom janin. Test kromosom yang paling lengkap diclaim bisa mendeteksi kondisi 20 pasang kromosom dari 23 pasang yang dimiliki janin.

Soal USG High Level, banyak juga pasangan yang mengambil test ini, bahkan ada yang sudah booking jadwal dari minggu 8, sedangkan kita baru memutuskan mau test dan booking di minggu 22, dan syukurnya masih dapat slot. Gw dan suami sampai cuti sehari untuk test ini, karena dari hasil baca-baca, cek USG nya minimal 1 jam, itu juga kalau posisi bayi mendukung ya. Kalau bayinya menutupi bagian yang mau dicek, bumil disuruh jalan atau bergerak dulu, berharap bayi berubah posisinya.

Tempat kita USG ini namanya Dianthus, lokasinya di dekat Taipei Main Station. Tempatnya bersih dan pelayanannya juga ramah. Setelah sampai dan lapor tiba, kita diminta ke lantai 2, pertama-tama timbang berat badan, cek tensi, isi formulir dan dijelaskan bahwa USG ini tidak menjamin bayi normal 100% karena kehamilan masih akan terus berkembang dan tidak mencakup “blind aspect” seperti cacat penglihatan, pendengaran, dll. Lalu kita tunggu di ruang tunggu yang nyaman, lengkap dengan dispenser air, mesin kopi dan persediaan teh, sampai dipanggil ke ruang USG.

Bumil diminta tiduran dan sang spesialis akan mulai menelusuri gambar USG di monitor untuk mencari organ yang dikehendaki. Sesuai dugaan, prosesnya berjalan sekitar 50 menit, itu pun gw disuruh bolak-balik ke WC karena kantung kemih yang terlihat penuh, juga karena posisi bayi yang kurang pas. Pemeriksaannya detil, organ yang dicek meliputi: tulang belakang, jantung (dan 4 biliknya), diafragma, hati, ginjal, kantung kemih, alat kelamin, tangan kaki (masing-masing dihitung ada 5), muka (mata, hidung, telinga, bibir), juga dicek rahim ibu (jumlah air ketuban, letak plasenta). Setelah seluruh organ ditemukan oleh spesialis, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter dan penjelasan mengenai gambar-gambar yang diambil sebelumnya. Secara keseluruhan, kita puas sama proses testnya dan senang karena hasilnya normal.

Selesai dari konsultasi dokter, kita diberikan laporan test juga termasuk gambar-gambar USGnya. Softcopynya di upload ke aplikasi dan bisa kita download siang itu juga. Oh ya, ada bonus USG 3Dnya! Sayang banget, posisi bayi ga mau menunjukkan wajahnya~~ Kadang kakinya dinaikin sampai ke wajah atau tangannya menutupi wajahnya. Waduh nak, kamu sudah pintar yoga (atau akrobat) ya di dalam sana!

IMG_3502

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s