Sangjit Story

Akhirnya selesai acara sangjit/lamaran atau apalah itu namanya.

Karena ortu mengharapkan kedatangan saudara dekat dalam acara ini jadi dipilihlah hari Minggu. Mengingat kami hanya punya dua kali hari Minggu, jadilah ditentukan hari H nya di hari Minggu pertama tanggal 22 Januari 2017.

Tiba hari Jumat sore, kami langsung pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat setelah penerbangan selama 5jam. Pada hari Sabtu, kami menuju ke Glodok, membeli barang yang sudah kami sepakati bersama. Hari itu ketika pacar menjemput ke rumah, Jl Daan Mogot km 11 macet total karena ada kebakaran, wah parah lah pokoknya. Butuh waktu 2jam baginya untuk sampai ke rumah saya. Ke Glodok pun demikian, total perjalanan rumah-Glodok kira-kira 2jam lagi. Macet, oh macet.

Untungnya kami sudah pernah survey toko perlengkapan sangjit di Glodok, lebih tepatnya Petak Sembilan, juga sudah menetapkan isi barang yang akan dibeli. Jadi ketika sampai, proses belanja kami lebih cepat.

Susunan nampan yang kami pakai seperti ini:

  1. Nampan uang susu dan uang lamaran, dan cincin lamaran dari pacar (uang susu diambil semua, uang lamaran diambil lembar atas,tengah,bawah, cincin diambil)
  2. Nampan isi baju dan sepatu wanita (dibalas baju pria)
  3. Nampan isi kue-kue kering (diambil sebagian, dibalas kue basah)
  4. Nampan isi buah naga, apel, jeruk (dikembalikan sebagian)
  5. Nampan isi dua botol sparkling wine dan dua pasang lilin (dibalas dua botol sirup dan sepasang lilin dikembalikan)
  6. Nampan isi makanan kaleng: leci, longan, jamur, kacang polong, daging maling (dikembalikan sebagian)

Acara dimulai sekitar pk 10, dimulai dengan penyerahan nampan, dijajarkan di meja lalu foto sesi pertama dengan keluarga inti dan semua yang hadir. Kemarin susunan acara kami kurang lebih seperti ini:

  1.  Ortu pria menyatakan maksud kedatangan
  2. Ortu wanita menyatakan jawaban
  3. Ortu pria memakaikan kalung ke wanita
  4. Pria diberi waktu untuk bicara, pacar sih memperkenalkan diri, cerita sudah berapa lama pacaran, dsb
  5. Diskusi tentang waktu pernikahan dan harapan dari kedua belah pihak
  6. Wejangan dari ortu wanita ke pria, dari ortu pria ke wanita, pesan-pesan dari saudara yang dituakan.
  7. Proses pengerjaan nampan
  8. Ortu wanita secara simbolis mengembalikan nampan ke ortu pria
  9. Ditutup dengan foto bersama lagi
  10. Rombongan menuju tempat makan siang

Wah, senang rasanya sudah selesai satu PR kami. Selama persiapan, banyak ide saran yang kami terima, sesuai maupun tidak sesuai dengan yang kami jalankan. Fokus kami sih, berusaha memenuhi syarat dasar tapi juga sederhana saja. Dalam hal ini, komunikasi kedua belah pihak menjadi sangat penting supaya tidak ada pihak yang merasa diabaikan.

Persiapan ke depan lebih padat jadi harus tetap semangat!! Fighting!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s