Hari Makan Onde

Desember itu bulan yang menyenangkan, kenapa? Karena akan ada beberapa hari raya seperti Natal dan Tahun Baru. Buat beberapa orang yang cutinya banyak, Natal dan Tahun Baru jadi kesempatan baik buat cuti panjang dan liburan. Ada juga hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember yang mengingatkan gw lagi ibu adalah sosok terpenting dalam hidup gw (mami, aku kangennn). Selain itu, ada hari raya lain yang selalu ditandakan dengan tradisi makan onde. Seinget gw, hari makan onde selalu bersamaan dengan hari Ibu.

Tradisi makan onde ini masih dipertahankan di keluarga gw, sampai sekarang gw di Taiwan pun masih diingatkan setiap tahun untuk makan onde oleh mama. Atau kalau tidak, ada guru Mandarin yang mengingatkan tentang tradisi ini. Tahun ini tahun kabisat jadi jatuhnya tidak bersamaan dengan hari ibu, melainkan lebih awal 1 hari alias jatuh pada tanggal 21 Desember kemarin.

Setelah melewati hari-hari di Taiwan, gw baru tau bahwa hari makan onde itu melambangkan permulaan musim dingin. Di Indonesia memang tidak ada musim dingin, jadi meskipun dijelaskan arti permulaan musim dingin pun, kurang terasa feel-nya. Musim dingin tahun ini di Taiwan memang masih belum terlalu dingin, tapi ramalan cuaca mengatakan bahwa beberapa hari ke depan temperatur akan turun drastis.

Yang paling membuat kangen dari makan onde di rumah adalah:

  • Kalau di rumah, tentu saja mama yang aktif beli onde (anak-anak tinggal tanggung jawab makan), bahkan tahun ini mama beli onde yang dari tepung jadi harus masak sendiri. Kalau di Taiwan, harus beli sendiri dan rasanya pun agak berbeda dengan yang di rumah. Onde di rumah kuahnya bening dan sepengetahuan gw itu kuah jahe dan air gula jadi rasanya manis. Di Taiwan ada pilihan jenis kuah, misalnya kuah kacang merah atau kuah kacang (tanah).
  • Bentuk onde bulat-bulat kecil dan teskturnya lengket. Katanya di hari permulaan musim dingin ini, anggota keluarga akan berkumpul dan makan bersama di meja bundar, jadi onde dibuat bulat bentuknya. Kumpul bersama ini diharapkan mempererat keakraban anggota keluarga sehingga tekstur onde dibuat lengket. Di Taiwan makanan ini tersedia sepanjang tahun dan khusus di hari makan onde, orang-orang lebih memilih untuk makan yang ukurannya besar, 1 porsinya sekitar 4 buah. Uniknya, untuk onde besar ini ada pilihan isinya, kacang tanah atau wijen.
  • Onde yang gw makan di rumah warna-warni, warna yang paling sering gw liat adalah putih, pink dan hijau. Karena gw suka warna hijau, jadi kecepatan makan onde berkurang karena gw fokus pilih warna hijau, ga penting banget ya? Di Taiwan ini sama sih, namun gw tidak melihat warna hijau di sini.
  • Onde yang dimakan jumlahnya harus sesuai dengan umur tahun ini lalu ditambah 1 buah. Tenang aja, kalau sudah tergenapi masih boleh tambah kok. Artinya sih setahu saya karena tahun baru sudah dekat jadi umur pun akan bertambah satu, alias jadi tambah tua. Di Taiwan karena rata-rata orang makan onde yang besar, jadi tidak mengikuti jumlah umur. Bayangkan saja kalau ada orang berusia 50 dan harus makan 51 buah onde yang besar, makannya bisa sampai besok, bisa diabetes pula.

Mari memasuki musim dingin dan tetap jaga kesehatan!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s