Proyek Sangjit

(This post is written in Bahasa)

Bulan depan balik ke Indo dalam rangka liburan sincia! Liburan kali ini sama seperti liburan sincia sebelumnya, gw bakal stay di Jakarta selama 2 minggu. Tapi, ada banyak misi penting yang mesti gw buat di liburan kali ini, salah satu proyek yang paling besar yaitu sangjit. Sangjit ini kita rencanakan acaranya bakal sederhana saja, simbolis aja jadi tidak dibuat mewah yang penting syaratnya udah dilakukan (walaupun barang yang dibawa apa makna mendalamnya pun masih tidak seberapa paham).

Tahun lalu udah sempat survey untuk keperluan sangjit ini di Petak Sembilan, jadi sudah lumayan ada bayangan. Untuk barang-barang di baki, gw cukup beruntung menemukan informasi dari bloggers lain yang cukup detil sehingga gw bisa menentukan isi bakinya dari sini, nanti balik tinggal pelaksanaannya saja.

Tapi kan, pelaksanaan sangjit tidak hanya soal barang dalam baki. Ada beberapa kesulitan lain yang gw alami selama mempersiapkan sangjit ini, yang lumayan bikin sebel, misalnya:

  1. Tanggal pelaksanaan ini sulit ditentukan karena kena weekend cuman 2 kali dimana 1 weekend itu udah sincia. Secara sincia masing2 keluarga pasti sibuk jadi satu-satunya tanggal ya weekend yang satunya lagi itu. Gw sampai Jakarta hari Jumat, gw cuman punya hari Sabtu buat siap2in dan Minggu udah hari Hnya. Gw sih berusaha mempersiapkan dengan baik ya, semoga aja bisa berjalan lancar nantinya.
  2. Awalnya, tempat acara ditentukan di rumah gw karena yang bakal hadir di acara ini ya hanya keluarga inti kami. Cuma gara-gara ortu gw udah gembar gembor ke sodara yang lain, jadilah mereka berpikir kalau saudara-saudara datang ya terlalu sempit tempatnya. Akhirnya ortu gw mencetuskan ide untuk sewa apartemen untuk kumpul saudara sehari sebelum hari H dan sekalian sangjit disitu, toh sangjit acaranya hanya beberapa jam. Ya gw sih nurut aja, secara gw memang merasa di rumah akan repot beberes lagi setelah acara selesai, cuma jadi mesti siapin budget lagi. Untungnya pihak cowo ga banyak protes, cuman ganti tempat tujuan sangjit aja gitu.
  3. Tiba-tiba ortu (yang gw rasa pasti dapet saran dari sodara) nyeletuk, siapa yang bakal take foto? Ya kali, masa gw take foto gw sendiri~~ Pikiran gw kan ada dede gw, pasti bisa diminta tolong jeprat jepret beberapa foto penting. Ada sodara yang bisa bantu foto (hobi dan memang punya pengalaman) tapi dia ga bersedia, katanya harus sewa fotografer professional dong, kan seumur hidup sekali. Lumayan bt dengernya, sangjit cuma beberapa jam, rencana gw sederhana aja, apa perlu fotografer professional? Memang sodara ga selalu bisa diandalkan yah.

Gw ngerti sih ortu pengen yang terbaik buat acara ini, ditambah lagi gw anak pertama, mereka pasti semangat berapi-api mau yang paling baik, tapi di satu sisi gw merasa tertekan. Mereka terima saran sana sini dari sodara A,B,C trus semua diterusin ke gw, request ini itu, tapi gw ga dibantu mikir gimana cara mengeksekusinya.

Sekarang ini gw cmn bisa curhat sm co gw supaya ga tertekan sendirian, lebih rajin baca & cari informasi dan menyemangati diri sendiri karena gw sadar gw ga bisa mendengarkan pendapat semua orang dan menyenangkan mereka semua.

Fingers crossed and keep doing the best~~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s